Bakti Sosial Pengobatan Tradisional Tiongkok dan Pembagian Herbal Gratis diselenggarakan di Selatpanjang
Pada 22–23 Februari 2025, Yayasan Prajna Harmonis menyelenggarakan kegiatan bakti sosial pengobatan tradisional Tiongkok (TCM) dan pembagian herbal gratis di Selatpanjang, Provinsi Riau. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan pengobatan TCM, mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat, serta membantu meringankan keluhan kesehatan warga. Lebih dari 500 warga menerima manfaat dari layanan ini dan memberikan sambutan yang hangat dan positif.
Selatpanjang berjarak sekitar empat jam perjalanan laut dari Batam, atau sekitar delapan jam pulang-pergi. Meskipun harus menempuh perjalanan yang cukup panjang dan menantang, tim relawan yang berjumlah 30 orang tetap berkomitmen untuk hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Tim membawa berbagai peralatan medis TCM serta beragam herbal guna memastikan pelayanan kesehatan yang komprehensif.
Acara pembukaan dihadiri oleh perwakilan dinas kesehatan setempat, pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur organisasi sosial. Dalam sambutannya, Direktur Yayasan Prajna Harmonis, Bapak Kasino, menyampaikan bahwa tim relawan tenaga kesehatan telah mengkombinasikan metode TCM dengan pemanfaatan herbal Indonesia untuk membantu masyarakat, khususnya di wilayah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau, dalam mengurangi keluhan fisik maupun beban psikologis. Beliau juga menekankan bahwa pengobatan TCM sebagai bagian dari warisan budaya Tionghoa memiliki landasan filosofi, seperti konsep keseimbangan dan keterkaitan antar lima unsur. Prinsip ini mencerminkan pentingnya harmoni antara tubuh dan pikiran, manusia dengan alam, serta hubungan antar sesama sebagai fondasi kesehatan yang holistik.


















Perwakilan dinas kesehatan, Ibu Siti Rukijah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi para relawan. Ia menilai bahwa pelestarian pengobatan tradisional memiliki nilai penting, dan kegiatan ini telah memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat setempat.
Sebanyak 11 tenaga kesehatan turut serta dalam pelayanan ini dan menangani berbagai keluhan umum masyarakat, seperti rematik, nyeri pinggang dan kaki, serta gangguan sistem pencernaan. Salah satu warga yang diberi terapi akupuntur mengatakan, “Saya sudah lama mengalami sakit pinggang. Tidak disangka, setelah beberapa menit terapi, rasa nyerinya banyak berkurang. Pengobatan TCM ini sangat membantu.”
