Profil
Yayasan Prajna Harmonis (YPH) didirikan pada tahun 2010 di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. YPH bertujuan untuk berkontribusi dalam mendorong interaksi serta dialog antar budaya dan antar peradaban, sekaligus memperdalam pengkajian dan pemahaman mengenai hakikat serta nilai-nilai harmoni dari peradaban umat manusia. Upaya tersebut diarahkan untuk mewujudkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang senantiasa rukun, harmonis, berkembang, dan berkelanjutan.
Indonesia dianugerahi keberagaman ras, suku, bahasa, agama, dan kepercayaan, yang menjadikan bangsa Indonesia kaya akan ragam seni, budaya, serta adat istiadat yang indah dan harmonis, berlandaskan nilai-nilai moral dan spiritual yang luhur. Keindahan alam Nusantara yang membentang dari Sabang hingga Merauke, disertai dengan kearifan para pendahulu bangsa yang melahirkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan falsafah Pancasila, telah membentuk masyarakat Indonesia yang hidup rukun, menjunjung tinggi semangat gotong royong dan musyawarah mufakat, serta bersatu dalam bingkai kebangsaan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di tengah gejolak dan konflik berkepanjangan antarumat manusia di berbagai belahan dunia, perwujudan nilai-nilai kedamaian dan ketenteraman kian langka dan oleh karenanya patut dirawat bersama. Keberagaman dalam seluruh aspek kehidupan merupakan anugerah Yang Maha Kuasa. Langit biru dan awan putih, gunung yang permai dan samudra yang luas, hutan yang rindang dan sungai yang mengalir, sinar matahari, hembusan angin, udara yang segar, serta air yang jernih—seluruhnya merupakan manifestasi alam kehidupan yang berlimpah dan indah. Keberagaman adalah berkah yang menopang terwujudnya kehidupan manusia yang sejahtera, bahagia, dan bermakna.
Kata Sambutan Pendiri
Menilik perjalanan sejarah umat manusia, perdamaian kerap bersifat sementara, sementara konflik, agresi, dan peperangan terus berulang. Realitas kehidupan yang diwarnai oleh hukum rimba—di mana yang kuat menindas yang lemah—tidak jarang menimbulkan keraguan, bahkan penyangkalan, terhadap nilai harmoni dan moralitas kemanusiaan. Namun, di tengah situasi dunia yang semakin kompleks—ditandai oleh krisis multidimensi dan meningkatnya kecenderungan konflik—umat manusia dihadapkan pada sebuah pilihan mendasar: apakah akan terus menapaki jalan konflik yang berujung pada kehancuran bersama, atau memilih untuk memahami secara jernih makna hakiki dan cara mewujudkan nilai harmoni dalam kehidupan bersama.
Menanggapi tantangan tersebut, para insan berjiwa besar dari berbagai latar belakang, berpijak pada nilai-nilai kebijaksanaan, moralitas, dan spiritualitas yang lahir dari keluhuran peradaban, serta dilandasi kepedulian terhadap keberlangsungan dan masa depan bersama umat manusia, secara konsisten menyerukan kehidupan yang damai berdampingan, yang harmonis dengan alam, dan yang selaras antara perkembangan peradaban material dan spiritual.
Nilai-nilai luhur peradaban umat manusia, antara lain Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila dari bangsa Indonesia; prinsip ‘harmoni dalam perbedaan’ dalam budaya Konfusianisme; konsep Ukhuwah Insaniyah dalam ajaran Islam; pandangan tentang kesetaraan dan kemuliaan nilai kehidupan dalam ajaran Buddha; filosofi Tat Tvam Asi dalam ajaran Hindu; serta semangat Human Fraternity dalam peradaban Kristiani—pada hakikatnya sama-sama mengarah pada cita-cita kemanusiaan yang universal. Pertukaran dan pemahaman yang tulus antar peradaban akan memperdalam penghayatan terhadap nilai-nilai hakiki, menumbuhkan kebijaksanaan dan kejernihan nurani untuk melampaui dikotomi dan pertentangan, serta mendorong upaya kolektif untuk menyelesaikan konflik secara konstruktif dan mewujudkan keharmonisan yang sejati.