Forum Budaya dan Peradaban Harmoni
Pada 25 Februari 2023, Forum Budaya dan Peradaban Harmoni diselenggarakan dengan meriah di Kota Pekanbaru. Kegiatan ini menghadirkan para tokoh dan cendekiawan dari dalam maupun luar negeri yang memberikan sambutan dan pemaparan, baik secara luring maupun daring.
Direktur Yayasan Prajna Harmonis, Bapak Kasino, menyampaikan bahwa budaya Indonesia mengandung nilai keluhuran dan kebijaksanaan yang mampu melampaui dualisme dan meredakan konflik. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika menjadi landasan penting dalam membangun masyarakat yang majemuk, harmonis, dan sejahtera. Ia juga mengungkapkan bahwa filosofi Maha Dao dari budaya Tiongkok yang menjunjung tinggi harmoni memiliki relevansi kuat dalam mengatasi berbagai tantangan konflik antarperadaban masa ini.
Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Dr. Bondan Kanumoyoso, menyampaikan bahwa Pancasila tidak hanya sebagai ideologi, tetapi merupakan kristalisasi kebijaksanaan bangsa Indonesia yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sementara itu, Pendiri Gerakan Bhinneka Nasionalis, Bapak Erros Djarot, menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai budaya sebagai fondasi utama peradaban, dengan teknologi sebagai sarana pendukung.
Wakil Direktur Nishan World Center for Confucian Studies, Mdm. Guo Chengyan, menjelaskan bahwa tradisi Konfusianisme sebagai bagian dari budaya Tiongkok memiliki sejarah panjang dan mengandung kebijaksanaan yang relevan dalam menghadapi tantangan global. Profesor Wang Jie dari Akademi Administrasi Nasional Tiongkok menambahkan bahwa peradaban Tiongkok sejak dahulu mengedepankan konsep seperti harmoni dalam keberagaman, persaudaraan umat manusia, serta kerja sama antarbangsa, yang kini berkembang menjadi prinsip pembangunan perdamaian di era modern.
Sejumlah akademisi turut memperkaya diskusi, di antaranya Profesor Wen Haiming dari Fakultas Filsafat China Renmin University, Dr. Novi Basuki dari Sun Yat-Sen University, Profesor Fang Xudong dari East China Normal University, Profesor Shi Jie dari Shandong Normal University, serta Profesor Lu Zequan dari Nishan World Center for Confucian Studies. Mereka mengulas konsep “harmoni” dari berbagai perspektif, sehingga memperkaya diskusi dan memperdalam pengetahuan tentang nilai “harmoni”.
Forum ini diikuti oleh sekitar 460 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi, serta perwakilan lembaga dari berbagai daerah di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau, baik secara daring maupun luring.
