Beranda Tentang Kami Dialog Harmoni Kegiatan Budaya Kegiatan Pendidikan Pelayanan TCM Hubungi Kami

Kajian Budaya Harmoni Ke-2
“Harmoni dalam Kehidupan, Damai bagi Dunia”

Pada 2 Februari 2013, Kajian Budaya Harmoni Kedua diselenggarakan di Hotel Harmoni One, Kota Batam. Kegiatan ini menghadirkan pembicara diantaranya, Pendiri Yayasan Prajna Harmonis Bapak Taslim, Dosen Republic Polytechnic Singapura Dr. Gan Bo, Wakil Ketua Tim Penelitian Praktik Pendidikan Budaya Tradisional di Sekolah Dasar dan Menengah Tiongkok Mdm. Liu Yuting, dan Kepala Sekolah Budaya Tradisional Hongyuan Hong Kong Mdm. Yi Fei.

Dalam pemaparannya bertema “Penerapan Loyalitas dan Bakti dalam Pendidikan Sekolah”, Mdm. Liu Yuting menjelaskan melalui berbagai kisah bagaimana nilai bakti kepada orang tua diterapkan dalam pendidikan sekolah dan terbukti efektif dalam menyelesaikan konflik antar siswa.

foto001 foto002

Mdm. Yi Fei mengangkat tema “Harmoni dalam Seni Musik – Penerapan dalam Pendidikan sesuai Tahapan Usia”, menganalisis makna “harmoni” dalam seni musik, menekankan pentingnya keharmonisan antara manusia dengan dirinya sendiri, dengan sesama, dan dengan alam.

Dr. Gan Bo dalam presentasinya bertema “Kehidupan Harmonis Berawal dari Hati” menjelaskan penerapan teknologi biofeedback modern dalam pengajaran untuk membantu siswa menghadapi tekanan belajar yang tinggi di Singapura, mengoptimalkan daya emosional serta keharmonisan antara hati dan otak, sehingga mencapai kondisi belajar dan interaksi sosial yang optimal.

foto003 foto004

Bapak Taslim membawakan tema “Tantangan dalam Pengamalan Moralitas dan Harmoni”, dengan menegaskan bahwa kehidupan masyarakat perlu ditopang oleh nilai-nilai moral dan spiritual yang luhur, yang diwariskan dari peradaban umat manusia terdahulu. Nilai-nilai tersebut lahir dari kesadaran akan keterkaitan yang erat antara sesama manusia, serta hubungan manusia dengan alam dan seluruh isinya. Selama pendidikan moralitas dan harmoni terus dijalankan dengan berpegang pada prinsip kebenaran dan disertai penyesuaian zaman, setiap individu akan semakin mampu memahami dan menjalankan suara nuraninya. Dengan demikian, dunia akan bergerak menuju kebaikan dan kebahagiaan bersama.